Minggu, 06 Desember 2015

AYAM HITAM SUMATRA

Sumatera ayam khas dan indah, dengan panjang mengalir kurva, bulu-bulu yang berlimpah, dan kemilau hijau kaya. Berasal dari Kepulauan Sumatera, Jawa, dan Kalimantan di Indonesia, berkembang biak dikembangkan melalui hidup liar dan yang dibentuk oleh lingkungannya. Ayam Sumatera cenderung mereproduksi sangat musiman, laki-laki berlomba-lomba untuk wilayah dan hak pemuliaan beberapa bulan dalam setahun dan hidup bersama dalam harmoni di luar musim kawin. Secara historis, warga pulau menangkap laki-laki pada awal musim kawin dan menggunakan mereka untuk melawan, melepaskan mereka setelah musim berakhir. 

Aspek musiman ayam Sumatera masih sangat banyak bagian dari berkembang biak saat ini, dan satu dapat mengharapkan kesuburan dan sifat mengeram untuk datang terlambat di musim semi. Berkembang biak terkenal karena berperilaku sangat pheasant seperti - bergerak dengan cara yang megah dan lebih memilih untuk mengeksplorasi sekitar semak-semak dan daerah lain yang menawarkan penutup yang baik. Hal ini juga dikabarkan bahwa ayam Sumatera kadang-kadang terbang antara pulau Sumatera dan Jawa. 

Di alam liar, ayam Sumatera ditemukan di beberapa varietas warna, termasuk hitam breasted merah, meskipun hitam adalah dominan. Ini adalah Sumatera Hitam yang dianut oleh mewah unggas; dengan panjang, mengalir, ekornya rendah, kumbang hijau kemilau, wajah gipsi berwarna (ungu ke hitam), sumsum hitam dengan sol kuning, dan beberapa taji-nya - sering memiliki tiga taji pada setiap kaki. Berkembang biak muncul "kerajaan" di alam, belying warisan liar nya. Jenis Sumatera, ukuran, dan mengalir bulu mirip dengan kedua ayam Yokohama dan ayam Cubalaya. Kita bertanya-tanya jika beberapa varietas warna jarang Sumatera memainkan peran dalam penciptaan atau pengembangan dari mereka keturunan lainnya. (baca juga Mengenal ciri ayam sumatera)

Sumatera ayam pertama kali diimpor ke Amerika Serikat pada April 1847 oleh JAC Butters dari Roxybury, MA. Ada impor berikutnya oleh lainnya di 1850-1852. Berkembang biak datang ke Jerman pada tahun 1882 dan, ada, pada awalnya bernama Black Yokohama. Nelson A. Wood dari Institut Smithsonian di Washington DC, dimulai dengan berkembang biak pada tahun 1885 dan diberikan banyak kredit untuk menyempurnakan ayam Sumatera untuk meningkatkan bulu mengalir dan untuk meningkatkan produktivitasnya. 

Sumatera ayam pertama kali dipromosikan sebagai berkembang biak pertempuran - sesuatu yang berkembang biak tidak benar-benar cocok. Tradisional di Orient mereka telah digunakan untuk seperti, musiman, bila tidak ada jenis permainan lainnya adalah di tangan. Tapi ayam Sumatera yang disukai untuk digunakan dalam persilangan untuk menghasilkan memerangi keturunan - persimpangan baik dengan Hyderabad, Rampur Boalia Hitam, atau permainan Sinhala. 

Ayam Sumatera berbaring jumlah berlimpah putih, atau ringan berwarna, telur dan dianggap lapisan musim dingin yang sangat baik. Mereka juga berada di antara yang terbaik dari ibu dan broodies. Baik orang dewasa dan anak-anak ayam yang sangat kuat dan mudah untuk dipelihara.Ayam Sumatera yang aktif dan waspada dan sangat pandai meluncurkan diri secara vertikal untuk melarikan diri bahaya. Sumatera ayam diakui oleh American Poultry Association (APA) dan mengaku sebagai berkembang biak standar pada tahun 1883 di berbagai Hitam. Hari ini berkembang biak juga datang dalam biru dan dalam varietas Dun. 

Sumber : Konservasi ayam USA

Candisongo 

Rabu, 04 November 2015

Mengenal jenis ayam Kedu beserta ciri-cirinya

#AyamKampus. Ayam Kedu merupakan salah satu ayam lokal atau ayam buras di Indonesia atau lebih tepatnya dari Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Bila dilihat dari warnanya ayam kedu memiliki 3 jenis warna yaitu ayam kedu hitam, ayam kedu putih, serta ayam kedu lurik. dari ketiga jenis ayam kedu tersebut yang paling sering dijumpai adalah ayam kedu hitam dan yang lainnya sekarang jarang dijumpai.

Ayam kedu hitam sering disebut sebagai ayam cemani padahal dari keduanya memiliki perbedaan sebaran warna bulu walaupun keduanya sama-sama memiliki warna bulu hitam. untuk ayam kedu hitam biasanya sebaran warna bulu hanya pada bulunya saja, namun untuk ayam cemani sendiri sebaran warna hitam menyebar ke seluruh tubuhnya sehingga menjadikan keduanya memiliki perbedaan.

Bila dilihat dari asal usul ayam kedu, banyak versi yang memberitakan tentang Ayam kedu, salah satunya berasal dari Pak Tjokro yang mengemukakan bahwa ayam kedu berasal dari silangan antara ayam lokal dari daerah Dieng dengan ayam Dorking yang dibawa oleh Rafles yang akhirnya menghasilkan ayam kedu warna hitam. Namun kebanyakan orang ada yang belum paham betul membedakan mana itu ayam kedu atau ayam cemani padahal keduanya bisa dibedakan dengan ciri-cirinya karena keduanya memiliki ciri yang berbeda, bila kalian masih bingung membedakannya simaklah ciri-ciri ayam kedu dibawah ini.


  • Warna bulunya Hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
  • Tubuhnya tampak terlihat besar.
  • Kulit tubuhnya berwarna putih hingga hitam.
  • Jenggernya terlihat berwarna hitam kemerah-merahan.
  • Matanya terlihat berwarna hitam.
  • Paruh serta kakinya terlihat berwarna hitam.
  • Untuk ayam betinanya bisa menghasilkan sekitar 25 butir telur setiap periodenya.
  • Berat telurnya antara kisaran 50 sampai 60 gram untuk setiap butirnya.
  • Berat tubuh ayam kedu jantan atau betina yang sudah dewasa berkisar antara 1,5 sampai 2 kg.



Ragam Jenis Ayam kedu 

a. Ayam Kedu Hitam


Ayam kedu hitam mempunyai penampilan fisik hamper hitam semua, tetapi kalau diamati secara teliti warnanya tidak terlalu hitam. Penampilan kulit pantat dan jengger masih mengandung warna kemerah-merahan. Bobot ayam kedu hitam jantan dewasa antara 2 Kg – 2,5 Kg, sedangkan yang betinanya hanya 1,5 Kg. Ayam ini sering disamakan dengan ayam cemani karena tampak serba hitam.

b. Ayam Kedu Cemani


Ayam kedu cemani memiliki penampilan sosok tubuh hitam mulus, termasuk paruh, kuku, telapak kaki, lidah, telak (langit-langit mulut), bahkan daging dan tulangnya juga hitam. Sosok tubuh ayam kedu jantan dewasa tinggi besar dan bobotnya antara 3 Kg- 3,5 Kg, sedangkan yang betina dewasa berbobot antara 2 Kg- 2,5 Kg .

c. Ayam Kedu Putih

Ayam kedu putih ditandai dengan warna bulu putih mulus, jengger dan kulit mukanya berwarna merah, sedangkan kakinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Jenggernya tegak berbentuk wilah. Bobot ayam jantan kedu putih dewasa mencapai 2,5 Kg. Sedangkan bobot ayam kedu putih betina 1,2 Kg – 1,5 Kg.

d. Ayam Kedu Merah


Ayam kedu merah ditandai dengan warna bulu hitam mulus, tetapi kulit muka dan jengger berwarna merah, sedangkan kulit badannya berwarna putih. Sosok tubuh ayam kedu merah tinggi besar dengan bobot ayam jantan dewasa 3 Kg-3,5 Kg, Sedangkan bobot ayam betina 2 Kg-2,5Kg.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai Ayam kedu yang di sertai ciri-cirinya, semoga ini bisa berguna dan bermanfaat untuk kalian semua, sekian dan terima kasih.