Jadi peternak itu mudah mas, Paakde, para senior tapi menyandang predikat breeder itu yang susah.
Sejatinya breeder itu berat
Bagaimana dengan breeder, wow itu yang berat. karena di luar negeri sana breeder merupakan profesi, bukan sekedar pengisi waktu luang semacam kita (saya) tapi ga ada salahnya kan kita meniru mereka?
butuh waktu, biaya dan tenaga dan juga komitmen.
Setidaknya etos yang mereka pegang, Bukan buat sekedar gengsi tapi lebih pada kepuasan diri, itu menurut saya.
Apalagi kalau hanya sekedar mikat di hutan, abis itu di pelihara namanya itu membunuh populasi ayam hutan di alam, karena kalau kita ingin jadi peternak tinggal kita beli indukan, atau jerat di hutan lalu kawinkan, tunggu hasilnya, beres dah lulus lah kita mendapat predikat peternak, cum laude lagi kwkwkwkwk. Publikasi di media, bisa deh dapat Doktor Honoris Causa,
kayak Madam Susi Pudjiastuti
Sejatinya breeder itu berat
Bagaimana dengan breeder, wow itu yang berat. karena di luar negeri sana breeder merupakan profesi, bukan sekedar pengisi waktu luang semacam kita (saya) tapi ga ada salahnya kan kita meniru mereka?
butuh waktu, biaya dan tenaga dan juga komitmen.
Setidaknya etos yang mereka pegang, Bukan buat sekedar gengsi tapi lebih pada kepuasan diri, itu menurut saya.
