Sabtu, 17 Januari 2015

Ayam Ketawa Si Jantan Dari Timur




Add caption
AYAMkAMPUS. Ayam Ketawa adalah varietas ayam yang berasal dari Sidenreng Rappang (Sidrap), sekitar 184 kilometer dari Makassar, Sulawesi Selatan. Ayam ini dinamai demikian karena bunyi kokokannya yang menyerupai bunyi ketawa manusia. Ayam Ketawa juga disebut sebagai ayam manugaga (Manu =ayam dan gaga =ketawa).


Ayam ketawa adalah ayam yang bisa membawa hoki bagi pemiliknya, hoki bisa ikutan ketawa dan hoki karena memang Ayam Ketawa adalah Ayam yang langka, yang tentunya jika dijual menghasilkan keuntungan yang menggiurkan. Apakah Ayam Ketawa ini memang bisa ketawa? Ya memang , Ayam Ketawa ini memang suara kokoknya seperti layaknya suara ketawa manusia pada umumnya.


Ayam Ketawa itulah namanya, ayam yang satu ini bukan ayam pada umumnya. Meskipun bentuknya terkesan sama tetapi Ayam Ketawa memiliki suara yang unik. Suara Ayam yang menyerupai suara manusia tertawa memberikan kebanggaan sendiri bagi pemiliknya.

Asak mula penamaan Sejarah dan Asal Muasal ayam Ketawa


Ayam ini diberi nama ayam ketawa karena suara kokoknya menyerupai orang yang sedang tertawa. Ayam ini juga dipercaya masyarakat setempat dapat mendatangkan keberuntungan

Konon Pemilik Ayam Ketawa pada zaman dahulu sangatlah langka, mengingat pemiliknya rata-rata kaum bangsawan.Etika dan Rasa hormat kepada kaum bangsawan khususnya anggota kerajaan membuat Ayam Ketawa disegani dan menjadi simbol pada masyarakat tertentu.

Asal muasal ayam ketawa berasal dari daerah Sidrap atau Sidenreng Rappang (Sulawesi Selatan).Di daerah Sidrap inilah terdapat Satu Jenis Ayam yang berbeda suaranya daripada Ayam yang lain.Walaupun secara umum menyerupai Ayam yang lain,tetapi pada ujung berkokoknya menyerupai suara orang ketawa.Ada juga yang menyerupai burung gagak sehingga disebut Ayam Gagak.

Ayam ini oleh sebagian masyarakat sidrap, Sulawesi seperti Andi Tamrin Husein asal Rappang, Pangarinjang (Bangsawan) dan Andi Ullah asal Sidrap diceritakan sudah ada sejak jaman kerajaan Bugis. Ayam Ketawa dulunya hanya dipelihara oleh keluarga kerajaan. Dan menjadi symbol status sosial dan masyarakat jarang memeliharanya karena rasa segan dan hormat pada rajanya saat itu. Sehingga berdampak perkembangan ayam ketawa yang terbatas, tidak seperti perkembangan ayam kampung.

Di Sulawesi sendiri tempat asalnya ayam ketawa, hanya ditemakan didaerah Baranti, Panca Rijang, Benteng, Simpo Arasi’e, dan hanya dipelihara dilingkungan keluarga, Ayam ketawa hanya bisa dihasilkan dari induk dan jantan ayam ketawa, ayam ketawa jantan disebut lai, sedangkan Ayam ketawa Betina disebut Birang. Menurut toko masyarakat Sulawesi H A Lala dari kampong Lepangan, Binrang dan Pumini dari kampong Baranti, pada masa kerajaan Bugis, ayam ketawa hanya ada dikawasan Baranti, Benteng, Paseno itupun hanya dikembangkan secara turun temurun.

Kawasan Sidrap (sidenreng Rappang) selama ini dikenal masyarakat sebagai lumbung padi Sulawesi selatan, namun sebenarnya daerah dengan tanah subur ini memiliki satu potensi unggulan di bidang perunggasan yang belum dibudidayakan secara maksimal. Di daerah sidrap terdapat satu jenis ayam yang berbeda dengan ayam yang selama ini kita kenal, ayam tersebut memiliki ciri khas dari suara yang sangat unik kalau berkokok.
Ayam jantan dari timur

Pada jaman dahulu ayam ketawa ini dipelihara dan diternak oleh para bangsawan di kerajaan Bugis, Sulawesi Selatan. Ayam ketawa merupakan simbol status sosial dan budaya bangsawan yang gagah berani, pantang menyerah, dan sukses[2]

Secara fisik, unggas yang juga dikenal dengan sebutan Ayam Jantan dari Timur ini hampir mirip dengan ayam kampung biasa. Mulai dari bentuk, ukuran, gerak-gerik dan warna warni bulunya menyerupai ayam kampung. Mengembakbiakkan dan memelihara unggas ini juga tak sulit, sama seperti ayam lainnya.
Bedanya, ayam ketawa sudah bisa berkokok sejak berusia tiga bulan.Namun bagi orang yang baru pertama mendengarnya, suara kokoknya lebih mirip burung perkutut. Terdapat tiga jenis ayam yang ketawa. Pertama adalah Gretek, ayam Ketawa yang mengeluarkan suara orang ketawa dengan jarak antara suara tertawa cepat saat berkoko

Ciri khas ayam Ketawa


Secara Fisik ayam tersebut hampir sama dengan ayam biasa, Kokok Ayam Sidrap, pada ujung suara kokok seperti orang ketawa, Jenis ketawanya bermacam-macam. Didaerah asalnya ayam ini disebut Ayam Gaga’, tetapi karena suara kokoknya seperti orang ketawa, maka ayam ini di sebut Ayam Ketawa.

Bentuk jengger bagian belakang menempel dengan tempurung kepala. Apa yang membedahkan suara koko ayam ketawa dengan ayam lainnya, yakni terletak pada pita suaranya. Bila anda memegang lehernya dan meraba bagian pangkal leher, yaitu pita suara, maka bentuknya aneh, pita suara ayam ketawa ternyata terputus. Tidak seperti pita suara ayam yang besar menyambung. Maka tak heran bila saat berkokok ayam ketawa ini mengeluarkan kokok yang terpatah patah. Sehingga suaranya mirip suara orang ketawa.

Jenis-jenis Ayam Ketawa


Ayam Ketawa hanya dapat ditemukan di kampung Baranti, Panca Rijang, benteng, Simpo Arasi’e dan sekitarnya yang dipelihara dalam lingkungan keluarga, Ayam Ketawa atau Ayam Gaga’, hanya dapat dihasilkan dari perkimpoian sejenis.

Arti Warna Ayam Ketawa Antara Kepercayaan dan Keindahan

Dilihat dari warna baku Ayam Ketawa, Menurut M.Yusuf MD, dan Toko Masyarakat lain, Ayam Ketawa yang digemari oleh masyarakat Bugis percaya bahwa warna yang terdapat pada seekor ayam ketawa memiliki arti atau makna, sehingga sebagian hobis ayam ketawa percaya atau memiliki kepercayaan teretentu pada ayam ketawa ini. Adapun arti warna dari ayam ketawa :


  1. Bakka : Warna dasar putih mengkilapdengan dihiasi warna dasar hitam, oranye, merah dan kaki hitam atau putih, arti dari warna ayam ketawa ini adalah mengembangkan harta dari pemiliknya.
  2. Ceppaga Bolong : Warna dasar Hitam dengan dihiasi warna dasar hitan dan putih, ditambah bintik putih dibadan sampai pangkal leher dengan kaki hitam, arti dari ayam ketawa ini sendiri adalah adanya harta.
  3. Koro : Artinya menunjukan suatu tempat dan seolah olah ayam ini menunjukan disana ada sesuatu atau harta.
  4. Lappung : Artinya Menampung harta, dalam kepercayaan sebagian suku Bugis dapat menampung harta.
  5. Ijo Buota : Artinya dapat membuat harta lebih lama atau abadi.



Sehingga akhir- akhir ini banyak peminat yang mulai mengembang biakan ayam ketawa selain ayam ketawa langka juga suara ketawa nya merdu bahkan terkadang ada yang terdengar lucu atau mengerihkan, dan juga setiap warna mempunyai arti yang positif.