Jumat, 09 Desember 2016

Ayam Jantan Bertelur, dan Ayam Betina Berubah Jantan, Mungkinkah?


Guru besar di Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

Semasa kecil saya sering mendengar ada ayam jantan bertelur. Saat itu saya tak begitu memperhatikan. Ketika saya masih kuliah di Peternakan UGM, saya juga pernah mendengar kejadian itu. Sayangnya saya belum pernah melihat peristiwa itu secara langsung. Saya pernah menulis mekanisme fenomena itu, yaitu bahwa ada kemungkinan ayam jantan itu berubah menjadi betina disebabkan oleh suatu kondisi.



Nah, mahasiswa saya sekarang juga menanyakan hal yang sama. Saya coba cari informasi tentang hal ini dim bah google. Sayangnya belum ada informasi ilmiah yang saya temukan yang bisa menjelaskan fenomena ini.
Jika saya baca di internet kejadian seperti itu banyak dilaporkan. Ada yang melaporkan burung kutilang jantannya bertelur 4 butir dalam 2 hari. Ada juga dilaporkan bahwa di jambi pernah ada ayam jantan bertelur sampai 7 butir ( Baca : Baca ayam jantan selalu bertelur). 


Kejadian ayam jantan bertelur juga ditemukan di beberapa negara seperti Albania, Cina, Italia. Bahkan ayam jantan di Cina telurnya seukuran normal. Padahal pada umumnya ayam jantan yang bertelur telurnya lebih kecil dan jika dibuka tidak ada kuning telurnya. 


Pada fase masih embrio, kelamin ayam jantan dan betina belum dapat dibedakan. Pembentukan seekor ayam akan menjadi jantan atau betina sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, contohnya temperatur. Temperatur ini dapat mempengaruhi tereduksinya oviduk pada anak ayam yang berkembang menjadi jantan. Oviduk adalah saluran reproduksi yang terdapat dalam hewan betina. Namun kadang oviduk tidak tereduksi dalam seekor ayam jantan. Oviduk berperan dalam pembentukan membran telur, lapisan albumen, membran kerabang dan kerabang. Pembentukan kerabang adalah yang paling lama yaitu antara 20-23 jam. Kemungkinan oviduk yang tertinggal pada ayam jantan berkembang dan berfungsi normal. Oleh karena punya oviduk maka ayam jantan bisa bertelur. Namun dikarenakan ovarium tidak berkembang, maka ayam jantan yang bertelur, telurnya tidak ada yolk (kuning telur)-nya dan lebih kecil dari telur normal. Kemungkinan ini memang masih perlu dibuktikan.

Ayam Jantan Berubah Betina

Kejadian di Italia malah lebih unik, yaitu ayam jantan berubah menjadi betina. Ia bertelur dan mengerami telurnya layaknya ayam betina. Menurut salah satu ilmuwan yang menelitinya bahwa: “Mungkin ini adalah cara bertahan hidup yang primitif dari seekor ayam. Dalam keadaan terpaksa, sang ayam jantan yang mengira bahwa garis keturunannya akan musnah akhirnya berusaha ‘mengubah’ dirinya jadi ayam betina. Dan ia berhasil.

Para ilmuwan Farm and Agriculture Organisation, PBB, sedang mempelajari DNA ayam jantan yang berubah jenis kelaminnya itu untuk mengetahui apa yang membuat ayam jantan itu jadi betina 

Mekanisme berubahnya ayam jantan menjadi betina masih belum diketahui. Mungkin kita bisa melakukan penelitian, yaitu dengan merusak salah satu atau kedua testis yang merupakan alat reproduksi ayam jantan. Lalu kita amati apakah yang akan terjadi. Mungkinkah dengan rusaknya salah satu testis atau keduanya akan memicu perkambangan alat reproduksi betina? Jika bisa maka ini dapat menjadi salah satu penjelasan perubahan jenis kelamin pada ayam.


Ayam Betina Berubah Jantan

Saya juga dapatkan informasi ada ayam betina yang berubah fisiknya menjadi pejantan di Tanjungpinang.  Berubahnya ayam betina menjadi jantan juga dilaporkan di Yorkshire dimana ayam betina yang bertelur dengan normal selama dua tahun–kemudian berubah menjadi seekor ayam jantan .

Pada ayam betina saluran reproduksi yang berkembang sempurna dan aktif melaksanakan fungsi reproduksinya adalah pada bagian kiri, sedangkan yang sebelah kanan tidak berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika saluran reproduksi sebelah kiri dipotong atau dirusak sehingga tidak berfungsi, maka saluran reproduksi sebelah kanan menjadi berkembang. Pada penelitian tersebut saluran reproduksi sebelah kanan berkembang menjadi testis. Testis adalah ciri khas reproduksi jantan. Dengan berkembangnya testis, maka akan diproduksi hormone jantan, yaitu testosterone. Akibatnya ayam betina berubah menjadi ayam jantan.

Mengenai sebab atau mekanisme berubahnya ayam betina menjadi ayam jantan belum diketahui. Kemungkinan besar karena faktor lingkungan , –baik internal ayam maupun eksternal ayam –yang menyebabkan saluran reproduksi sebelah kiri rusak, yang kemudian menyebabkan berkembangnya saluran reproduksi sebelah kanan menjadi testis.