Selasa, 06 Desember 2016

Fenotif Pada Persilangan Ayam Cemani VS Ayam Pelung

Pengertian Fenotif dan Genotif 

Fenotip adalah “sifat yang tampak” pada suatu individu dan dapat diamati dengan panca indra, misalnya warna bunga merah, rambut keriting, tubuh besar, buah rasa manis, dan sebagainya. Fenotip merupakan perpaduan dari genotip dan faktor lingkungan. Sehingga suatu individu dengan fenotipe sama belum tentu mempunyai genotip sama.

Sedangkan Genotipe organisme atau sifat tertentu mengacu secara khusus untuk informasi genetik yang menggambarkan sifat terlihat.

Genotip itu berasal dari kata “gen” yang menentukan suatu sifat dasar dari suatu makhluk hidup dan juga bersifat tetap. Gen itu tidak tampak (tidak terlihat), oleh karena itu ditulis dengan menggunakan simbol huruf dari huruf paling depan dari sifat yang dimiliki oleh individu.

Individu dengan genotip BB disebut homozigot dominan, sedangkan individu dengan genotip bb disebut homozigot resesif.

Suatu sifat yang terlihat ialah , seperti warna mata ataupun  warna rambut, tidak akan dapat digambarkan sebagai genotipe. Artinya jelas bahwa Fenotif adalah sifat yang diturunkan dan dapat dilihat secara langsung perbedaanya, sedangkan genotif adalah gen yang di wariskan yang dapat mempengaruhi faktor fenotif.

Sifat Fenotif  pada persilangan Ayam Cemani dan ayam pelung

Dalam sebuah jurnal penelitian yang mencoba menyilangkan ayam Cemani dan pelung, dimana diamati adalah faktor fenotifnya yaitu warna bulu ayam

Pewarisan Karakter Fenotip Ayam Hasil Persilangan Ayam Pelung dengan Ayam Cemani,  Pada penelitian ini dilakukan persilangan antara ayam Pelung dengan ayam Cemani untuk mengetahui pewarisan karakter fenotipnya yaitu warna bulu dan berat badan sebagai alat identifikasi potensi ayam lokal tipe pedaging.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyilangan ayam, pengamatan dan pengukuran karakter fenotip ayam (F1) meliputi bobot badan dan warna bulu. Jumlah anak ayam (DOC) yang diteliti sebanyak 5 ekor ayam jantan. Pengukuran berat badan dilakukan tiap minggu selama 7 minggu dan pengamatan warna bulu dilakukan pada minngu ke-7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenotip ayam (F1) hasil persilangan antara ayam betina Pelung dengan ayam jantan Cemani berbeda dengan persilangan ayam betina Cemani dengan ayam jantan


Betina Cemani VS Jantan Pelung


Warna bulu Pada persilangan antara ayam betina cemani dengan ayam jantan pelung, 5 ekor anak ayam (DOC) yang diteliti mempunyai bulu yang didominasi warna hitam yaitu 4 ekor mempunyai bulu berwarna hitam legam sedangkan 1 ekor lainnya berwarna hitam kecoklatan. Pada keturunan yang bulunya berwarna hitam legam, tidak hanya bulunya saja yang berwarna hitam tetapi dari pial sampai ke bagian kaki semuanya berwarna hitam dengan bobot badan rata-rata pada minggu ke-7 adalah 532 ±39,294 gram. 



Betina Pelung VS ayam jantan Cemani

Pada persilangan antara ayam betina pelung dengan ayam jantan cemani, dari 5 ekor anak ayam yang diteliti, 4 ekor diantaranya mempunyai bulu berwarna hitam dengan bercak coklat, sedangkan 1 ekor lainnya bulunya berwarna coklat tua. Hasil tersebut berbeda dengan hasil persilangan sebelumnya karena warna hitam sangat mendominasi. 

Walaupun pada persilangan ini warna hitam dari ayam cemani lebih dominan diturunkan tetapi warna hitam tersebut tidak seluruhnya (100 %) diturunkan karena keturunan yang dihasilkan warna bulunya tidak ada yang seluruhnya berwarna hitam, dengan bobot rata-rata pada minggu ke-7 adalah 570±14,445 gram. 


Betina Pelung VS Jantan Pelung 

Sedangkan perkawinan sesama ayam pelung, keturunan (F1) yang dihasilkan mempunyai dua karakter warna bulu yang berbeda. Tetapi dua karakter tersebut terdiri dari perpaduan warna yang sama yaitu hitam, coklat dan putih hanya komposisinya saja yang berbeda. Pada karakter pertama, warna hitam dan coklat terdapat pada bagian tubuh sampai ke bagian ekor, sedangkan warna putih terdapat pada bagian kepala sampai leher . Sedangkan pada karakter yang kedua, warna hitam dan coklat terdapat pada seluruh tubuhnya dari bagian kepala sampai kaki, dengan berat tubuh rata-rata pada minggu ke-7 adalah 652±33,846 gram. 

Hasil tersebut menunjukkan bahwa warna bulu lebih dominan diturunkan oleh induk ayam Cemani, sedangkan peningkatan berat badan F1 tidak dipengaruhi oleh ayam Pelung baik jantan maupun betina.



Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persilangan antara ayam cemani dengan ayam pelung warna bulu dari ayam cemani lebih dominan diturunkan kepada keturunannya daripada warna bulu dari ayam pelung. Sifat dominan ayam cemani terjadi pada kedua hasil persilangan karena dari persilangan tersebut keturunan yang dihasilkan selalu mempunyai bulu yang didominasi oleh warna hitam. 

Walaupun pada persilangan antara ayam betina pelung dengan ayam jantan cemani pengaruh dari karakter ayam pelung sudah mulai tampak tetapi pengaruhnya belum begitu besar sehingga dapat disimpulkan bahwa warna hitamnya lebih dominan daripada warna lainnya yang berasal dari ayam pelung. Ayam cemani merupakan ayam yang berasal dari ayam kedu hitam yang telah diseleksi sehingga mempunyai fenotip warna hitam. Proses seleksi tersebut menyebabkan ayam kedu hitam masih tetap mempertahankan kehitamlegamnya sehingga disebut sebagai ayam cemani. Warna hitam pada ayam cemani menyelimuti seluruh tubuhnya mulai dari jengger, pial, paruh, bola mata, lidah, rongga, mulut, bulu, lubang dubur, kaki, cakar dan dagingnya juga berwarna hitam. Dengan karakter seperti itu dapat diambil kesimpulan bahwa ayam cemani hanya mempunyai satu karakter warna saja yaitu hitam (Iskandar dan Saefudin, 2004). 

Sedangkan pada ayam pelung, karakter warna bulunya sangat kompleks. Selain warna coklat, tubuh ayam pelung juga diselimuti oleh warna lain, seperti merah, hitam dan putih, sehingga warna bulu pada ayam pelung merupakan perpaduan dari keempat warna tersebut dan tidak ada warna yang mendominasi (Iskandar, 2006). Dengan karaker warna bulu yang dimiliki oleh kedua ayam tersebut maka warna hitam dari ayam cemani lebih dominan diturunkan kepada keturunannya (F1 ). Sedangkan karakter warna bulu dari ayam pelung lebih bersifat resesif. Keturunan yang mempunyai warna bulu hitam dengan bercak-bercak coklat merupakan perpaduan dari warna kedua ayam tersebu

Pada persilangan pertama ini warna hitam dari ayam cemani lebih dominan diturunkan pada persilangan antara ayam betina cemani dengan ayam jantan pelung, sedangkan pada persilangan antara ayam betina Pelung dengan ayam jantan cemani, karakter fenotip keturunan (F1) yang dihasilkan mempunyai warna bulu dari perpaduan kedua ayam tersebut. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada persilangan ayam pelung dengan ayam cemani induk betina lebih berperan dalam menurunkan karakter-karakter fenotipnya. Meskipun demikian pada persilangan antara ayam betina pelung dengan ayam jantan cemani karakter fenotip pada keturunan yang dihasilkan (F1 ) masih didominasi warna hitam.

Kesimpulan 

Warna bulu ayam hasil persilangan ayam pelung dengan ayam cemani didominasi warna hitam, sedangkan sifat pedaging dari ayam pelung tidak diwariskan kepada keturunannya dari hasil persilangannya dengan ayam cemani.

Peneliti : Budi Setiadi Daryono1, Iwan Roosdianto1, Hendry Tri Sakti Saragih,
Laboratorium Genetika, Fakultas Biologi Universitas Gajah MadaJl. Teknika Selatan, Sekip Utara, Yogyakarta 55281(Email: bs_daryono@yahoo.com)2Laboratorium Embriologi dan Histologi HewanFakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gajah Mada Yogyakarta