Senin, 26 Desember 2016

Menghadapi Maling Ayam


AyamNgampus. #MalingAyam, lagi marak rupanya para pemilik ternak di Bengkulu di hantui rasa cemas kandangnya yang di bobol oleh manusia pendosa,  #pesanBangNapi.

1. Waspada terhadap para pembeli, bisa jadi 1 diantara yang berkunjung, nawar di kandang merupakan pelaku.

2. Waspada pada posting dalam group, bisa jadi 1 diantara anggota groups adalah pelaku, yang menyamar menjadi pembeli.

3. Tetap selalu awas, biasanya pelaku berkomplot, sudah merencanakan, dan menghetahui denah kandang.

4. Sebagian besar ayam yabg di incar merupakan ayam aduan, ayam hias, kalaupun ayam kampung yang di angkut pasti apes, karena resiko lebih besar dari pada uang yang di dapat dari hasil jual.

5. Buatlah kunci gembok, atau pasang klenengan, lonceng, kaleng2 yang di rakai pada pintu2 kandang dan akan berbunyi jika rantai gembok ada yang buka.

6. #MalingAyam resikonya babak belur lebih besar, mau kayak ayam sayur tarung dengan bangkok. ?

7. Selalu waspada. Kandang di incar kawan. Kalau transaksi ada baiknya di jalan atau ketemu bukan di kandang dewek. Jika anda percaya pada pembeli dan si pembeli hanya celingukan, liat2 sekeliling bagunan rumah, foto2 yang bukan pada objek dagangan. Bisa jadi anda menjadi target operasi si maling ayam

Selamat meronda, doakan semoga si maling mendapatkan hidayah,

1. Mengkonsumsi harta yang haram adalah perbuatan maksiat kepada Allah dan mengikuti langkah-langkah setat/Iblis.

Allah berfirman : Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaithan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, serta mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui. [al-Baqarah/2:168-169].

Mengikuti langkah-langkah syaithan adalah dengan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah dan mengahalalkan apa yang diharamkan-Nya, termasuk dalam hal ini memakan harta yang haram.[13]

2. Ancaman adzab Neraka bagi orang yang mengkonsumsi harta haram. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari (makanan) yang haram (dan) neraka lebih layak baginya”[14]