Rabu, 07 Desember 2016

Cara Mengawinkan Ayam Hutan


Mengawinkan ayam hutan memang menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh pecinta ayam hias maupun bredeer ayam hias. Ada kepuasan tesendiri jika ayam hutan peliharaan kita berhasil meghasilkan keturunan, apalagi jika ayam hutan yang kita miliki asli dari penangkapan dihutan. Banyak juga yang menginginkan keturunan ayam hutan hasil pembiakan tertentu.

Banyak pecinta ayam yang ingin menyilangkan ayam hutan jantan dengan ayam betina dari jenis yang lain, ada juga yang menginginkan persilangan dari ayam hutan betina dengan ayam jantan jenis lain. Cara mengawinkan ayam hutan membutuhkan pengetahuan khusus, karena banyak orang sering menganggap remeh saat mengawinkan ayam hutan guna disilangkan dengan jenis ayam lain yang akhirnya gagal.

 Cara Mengawinkan Ayam Hutan

Berikut ini cara mengawinkan ayam hutan baik dengan sesama ayam hutan maupun persilangan dengan jenis ayam hias lainnya.


Makanan Ayam

Berikan makanan yang mengandung banyak protein tinggi. Makanan berprotein tinggi bisa memberikan efek penambah hormon kawin higga membuat libido ayam tinggi. Jenis makanan ayam dengan protein tinggi biasanya bisa didapat dari makanan hewani seperti serangga, ulat hongkong, cacing, jangkrik dll. Bisa juga didapat dari makanan konsentrat buatan seperti udang kering, bisa juga memberikan makanan buatan pabrik penambah hormon.

Campurkan makanan tinggi protein ini dengan makanan utama ayam hutan tersebut. Jadi campurkan dengan pur ayam, gabah, padi, jagung, kacang-kacang, biji-bijian dll Bila makanan ini rutin di berikan, biasanya ayam akan segera kawin dan bertelur.

Kandang Ayam Hutan



Kandang ayam hutan yang akan kita gunakan untuk pembiakan ayam hutan harus dijamin tertutup dengan rapat,  bisa gunakan penutup kain atau penutup khusus. Siapkan tempat bertelur seperti kotak, box ataupun tumpukan rumput kering. Harus diingat, jika ayam hutan yang kita miliki ayam hutan betina, jangan gunakan kotak atau box tapi gunakan rerumputan kering atau tanah berpasir hangat. Ayam hutan betina tidak biasa bertelur dalam kotak atau box, sebab jiwanya masih liar hingga sebaiknya menggunakan rerumputan kering.

Jika ayam betina merupakan jenis ayam lain atau ayam betina rumahan, maka boleh saja menggunakan kotak atau box sesuai keinginan kita. Jangan terlalu banyak menyentuh tempat bertelur, maupun telur karena akan memberikan bau tangan kita hingga ayam enggan bertelur atau mengerami. Jangan sering-sering juga melihat ayam dikandang, usahakan untuk menyiapkan makanan untuk 1 hingga 2 minggu kedepan berikut minumnya. Untuk makanan hidup seperti cacing, jangkrik, ulat hongkong maupun serangga lain bisa dibuatkan lubang kecil dikain penutup sebagai tempat memasukkannya.

Jauhkan Kandang Dari Keramaian

Semakin jauh dari keramaian dan sedikit gangguan, maka akan semakin baik bagi ayam hutanbertelur kita.


Periksa Kesehatan Ayam Hutan Liar kita

Sebelum memasangkan untu mengawinkan ayam hutan kita, sebaikya lakukan pemeriksaan kesehatan terlabih dahulu. Jika ditengarai terjangkit penyakit seperti cacingan (lihat kotorannya yang cair), maka sebaiknya tahan dulu dikawinkan sampai sembuh.

Banyak pencinta ayam hutan ayam hutan liar atau ayam hutan merah yang mengeluh, bahkan sering kali ditemukan ayam hutan peliharaan mereka mati sebelum memperoleh keturunannya. Sungguh ironi mengingat untuk mendapatkan ayam hutan kita harus mengeluarkan uang yang cukup banyak, terutama ayam hutan liar hasil tangkapan alam.